Well, this story was happen today, i mean few hours ago. Tepatnya saat pulang kantor tadi.
Berawal dari kantor yang suasananya lagi hepi hepi banget. Soalnya hari ini, hari bagi-bagi goodie bag. Dan saya dapet satu tas yang berisi barang-barang random hasil buah tangan dari liputan produk-produk random isinya ada molto anti bakteri, some anti aging cream, dan yang paling menarik sih saya dapet speaker laptop dari Logitech. Nah, jadilah pulangnya saya pada sore itu dengan membawa 3 tas ditangan (1 tas goodie bag, 1 tas laptop, 1 tas peralatan 'perang' saya) yang beratnya agak lumayanlah ya.
Waktu saya keluar kantor seperti biasa (5.10), saya pun jalan dengan kecepatan yang biasa (10 km/jam, gak lah, mana saya tahu seberapa cepet saya jalan krrr). Dengan terpogoh-pogoh membawa 3 tas ini, saya berhasil sampai di stasiun Sudirman dengan selamat. Sayangnya, kereta yang harusnya saya naik udah lewat (5.40| comuter line), dan kereta selanjutnya datang sekitar habis Maghrib (6.10|ekonomi). Yaudah dengan ikhlas saya beli tiket kereta ekonomi dan naik ke mushola soalnya mau Maghriban dulu (pasang emotikon istri idaman, ahahaha).
Selesai menunaikan solat Maghrib, saya turun lagi ke peron satu, dan unbelievable-nya, lagi-lagi loh, saya ternyata udah ditinggal lagi sama keretanya.
"Mas, kereta yang tanabang udah lewat ya?"
"Udah mbak"
"Kereta selanjutnya udah dimana?"
"Di UI Mbak"
WADEFAK!!!GILA BGT JAUHNYA SAYA OGAH BGT NUNGGUINNYA. Kalau diantara pembaca sekalian ada yang juga anak kereta macam saya, pasti tau banget donk butuh berapa lama kereta dari UI nyampe di Sudirman (gak lama sih, cuman 20 menit sekian detik, eheheeh). Karena saya orang nya gak sabaran (yap, sangat tidak sabaran, 20 menit lebih sekian detik itu menurut saya waktu yang cukup lama untuk berkendara dari Sudirman sampe ke Amerika. Gitu) Saya akhirnya memutuskan naik ojeg menuju Stasiun Tanabang (Kendaraan favorit saya di Ibukota setelah kereta, diurutan ke tiga ada TransJakarta. Kenapa? Tunggu Posting selanjutnya) demi mengejar kereta ekonomi di pukul 6.10.
UNBELIVABLE-nya untuk ke tiga kalinya saya ditinggalin lagi sama kereta. Pas saya nyampe stasiun, pas saya turun ke peron lima. Pas saya lihat 8 gerbong kereta ekonomi tujuan Serpong itu melaju pergi.
Karena saya ngerasa tiket saya udah gak diperlukan lagi, saya berencana mau tukar tiket saya. Dan lagi asik-asik ngobok-ngobok tas sambil nyari tiket ekonomi, saya lihat antrian di loket tiket yang jual tiket ekonomi tujuan Serpong. Saya deketin loketnya dan saya tanya biasa (soalnya saya emang gak begitu hapal jadwal kereta apa dan jam berapa setelah pukul 6.00 sore)
"Mas, kereta ekonomi ke Serpong ada jam berapa lagi sih?"
tiba-tiba orang yang lagi ada didalam antrian menjawab ketus dan tatapan gak enak
"JAM 10 MBAK"
Wow!!! Kayaknya saya baru dapet serangan dari segi kelas sosial. Akhirnya, saya pun menyingkir ke loket yang jual tiket commuter line dalam keadaan tangan setengah masih dalam tas, masih mencari tiket Rp1500 keparat itu.
UNBELIVABLENYA LAGI. SETELAH 2 TAHUN SAYA JADI ANAK KERETA. DALAM SEGALA KEADAAN PSIKOLOGIS. BAIK SEDIH, SENANG, NORMAL, ABSURD, HECTIC, PANIK, BAHKAN KESELEO (HATI MAUPUN FISIK)... UNTUK PERTAMAKALINYA DALAM SEJARAH PER-KERETA-AN TIKET SAYA HILANG SODARA SEBANGSA DAN SETANAH AIR.
Mencoba untuk tetap menjaga kedamaian yin dan yang dalam diri (dengan terus melafazkan: "Damai di Bumi dan di Hati") saya mau gak mau beli tiket lagi. Dengan jadwal 6.45|comuter line, harga tiket Rp6000.
Dalam otak, saya ngedumel sendiri *SHIT TAU GITU GW NUNGGU SAMBIL DUDUK-DUDUKCANTIK DI STASIUN SUDIRMAN. GAK PERLU KELUAR ONGKOS OJEK YANG SOK GAUL. TERUS BISA MEMINALISIR ENERGI YANG TERBUANG KARENA BANYAK NGANGKUT BARANG*
Dan saat pikiran saya lagi asik dengan pikirannya sendiri (ngeeeeh absurd) bagian otak saya yang lain memberikan stimulus "HELO IDIYET, WHERE IS YOUR OTHER BAG? WITH FULL OF SILLY CRAP?"
LAGIIIIIIII, UNBELIVABLE TAS MERAH BERMEREK MAJALAH SEKAR BERISI BARANG-BARANG JARAHAN PRODUK LAUNCHING-AN TIDAK ADA DI TANGAN SAYA.
Bad Mood kah saya?
Gak juga.
Saya udah lama Bad Mood sejak saya tahu bukan saya yang dapet Goodie Bag yang berisi tas bergambar bendera Inggris dari Body Shop.
Saya udah lama Bad Mood sejak saya tahu orang kantor saya gak ngasih tiket Matah Ati dan malah nyuruh saya liputan Sabtu ini.
Saya udah lama Bad Mood sejak saya terbangun pagi ini, penuh peluh karena ternyata AC Kamar saya rusak dari malam tadi.
Saya udah lama Bad Mood sejak saya sama "DartVader" gak ketemu dan gak ngobrol lagi setiap pagi di kereta (gak liat badan tingginya, wangi parfumnya, komentar-komentar cheesynya, muka brewokan dibingkai dengan kacamatanya, DEM! i write about this... exclusively... in next posting)
Saya udah lama Bad Mood semenjak saya gak dibiarkan lulus dari sidang pertama saya di bulan Februari tanggal 16 (i don't want talk about this... never).
Saya udah lama Bad Mood, sampe kadang saya lupa gimana caranya ceria lagi.
I think 2012 fuck me so well. Saya ngerasa keadaan lagi pengen ngehukum saya atas kejahatan yang saya gak tau kapan dan apa yang pernah saya lakuin.
Sebelum 2012 berakhir, saya mau bilang, 2012 SUCKS. I HATE YOU. YOU THE WORST YEAR EVER!
Kamis, 21 Juni 2012
Senin, 18 Juni 2012
LADY GAGAL
Sebenarnya saya udah lama pengen nge post soal ini, mengingat saya memang suka Lady Gaga dan udah beli tiketnya dari kapan tau.
Dan besok saya bakalan refund tiket saya, makanya sebelum moment-moment menyakitkan itu saya lalui, ada baiknya saya nge post beberapa pandangan saya sebagai fans "fanatik-tapi-enggak-freak" Lady Gaga.
Saya suka sama Germanota awalnya dari lagu dia yang Poker Face. Disitu saya sadar kalo Lady Gaga gak sekedar "wannabe-a-star" like Ke$ha yang wake up in the morning feeling like P. Didy dan lebih sophisticated dari Katy Pery yang masih polos dengan lagu I kissed the girl i like it.
Mungkin banyak fans nya yang diluar sana yang suka sama Gaga karena gaya dia, tapi jujur dari hati saya yang paling dalam, saya suka bener-bener lagu dia. Gaya eksentrik dia justru saya anggap sebagai pembrontakan atas makna "cantik" ala britney spears yang udah overused banget. She is wear swimsuit and she don't give a fuck. This is her evolution:
ok, pada intinya saya suka bgt lah sama Lady Gaga. Saya juga sangat menantikan konsernya yang luar biasa epic, "Born This Way Ball", saya liat konsep yang didesain sendiri saya Gaga. Dan saya Amazed... bgt...
Tapi apa daya, masyarakat kita belum sedewasa yang saya expektasikan. Beberapa kelompok ormas yang datangnya dari kelompok agama yang saya yakini melarang kedatangannya. Ancaman kekeresan juga keluar dari pernyataan-pernyataan mereka.
Kecewa...
Kecewa sama kelompok ormas yang terus menerus memberikan kesan betapa kerdilnya negara ini. Kecewa sama aparat yang justru memihak mereka. Terlebih lagi, kecewa dengan industri pagelaran konser yang kotor.
Jadi intinya, ya saya sedih dan kecewa banget lah. Susah move one emang saya orang nya. Saya sih mikirnya, mungkin emang bukan jalannya saya nonton Gaga di Indonesia. Saya kan bakalan ke Amerika. Mungkin saya nontonnya di Staples Center di Los Angeles atau nonton dia secara live waktu dia perform di Halftime Superbowl. :'D
I AM NOT
I AM NOT IN LOVE WITH YOU// i just miss you/ and wish i could own you/ and stick you like a glue/ so i knew you you won't flew/ and i find its hard to not thinking about you/ every night and day you make me feel so blue/ but i'm telling you/ i am not in love with you//
I AM NOT HIGH MAINTENANCE// i just can get ignorance/ with every single chance/ or tiny little glace/ that could make me so intense/ or something that could annoy my own commonsense/ or worst, make me feel so offense//
I AM NOT OVER-EXPECTED// i just want everything looks perfect/ so nothing could be miss-connected/ even if it must take one or more checked/ yes, i could not neglect/ and i'm happy to tell you direct/ that i'm will not regret/ with anything that i ever collected/ even i get hurt because of thausand rejected/ but i'm telling you, i'm never over-expected/
I AM NOT TAKE IT SLOW// even you beg and bow/ and this country snow/ and this weird weather and hot wind is blow/ take my skirt so i do ooks like marilyn monroe/ just so you know/ i will never take it slow/ because i love to show/ that i'm not playing as stupid hoe//
Sabtu, 09 Juni 2012
HISTERIA
Entah sudah beberapa kali, semenjak masuknya tahun 2012 ini saya sering kena serangan "Histeria" akibat panik yang berlebihan. Saya pernah ngecek via online mengenai histeria yang saya alami ini, akibat yang saya alami kebanyakan dialami sama orang-orang OCD. Sayangnya saya bukan OCD, saya terbiasa hidup berantakan, asalkan bersih yang sewajarnya dan teratur (ok, maybe i have tiny little bity OCD things, but not a freak).
Ok, saya sendiri gak tau banyak soal diri saya, dan saya juga gak peduli juga, yang pasti hari ini saya kena serangan panik itu lagi. Dan untuk nenangin saya, seperti biasa mama saya cerita hal-hal yang biasanya menyenangkan sampai hal yang menenangkan. Dan kali ini ceritanya agak beda, tiba-tiba mama cerita sedikit soal kehidupan dia di Bengkulu dengan mantan pacarnya. Inti ceritanya adalah "sempurna itu cuman dimata, masih ada pemilik hati dan pengatur jodoh... Dia yang paling tahu siapa yang terbaik untuk hidup kita"
Well, dari cerita si mama, mantan si mama ini nampak sempurna. Kerja di Pertamina, sudah punya rumah sendiri dan secara fisik pun tinggi besar dan ganteng. And i would say "Wowwww, Mom, how could you?". Sejenak cerita si Mama merelexkan otak saya yang sedang mendapat serangan Histeria.
Dan entah kenapa, cerita itu menimbulkan ironi tersendiri bagi saya. Mama yang menjalani masa mudanya tinggal di tengah hutan pedalaman Bengkulu (okay saya belum pernah ke Bengkulu dan semua daerah atau tempat yang saya belum pernah tau di Indonesia ini selalu tergambar seperti hutan tropis) bahkan punya kisah cinta yang lebih manis daripada saya yang merupakan warga suburban kota dan bekerja di tengah kota metropolitan. I'm lack of love story but have to admit that love is so unpredictable, love is something that you can not prepare, can not predict. Dan lebih lagi, jodoh diluar kemampuan manusia, karena jatuh cinta diluar kemampuan logika dan mata.
"Julia, she is smart, pretty, lovely, but she is not Rachel" Ross elaborate how strong love feeling can drive human logic.
ps:
buat om Yudi yang dulu pernah kenal sama Linda yang kerja di Telkom Bengkulu tahun 1986, Halo saya Gita anaknya. Saya gak tau detail kehidupan kalian dulu seperti apa, yang pasti kalau om punya anak yang juga udah kerja di Pertamina, badannya tinggi, dan se ganteng om, dan kelahiran 1988 atau 1989, boleh lho om kenalin ke saya. Mana tau saya bisa hubungan kalian bisa kami yang melanjutkannya. ehehe. Semua ini saya lakuin sebagai bentuk permohonan maaf dari mama saya yang ninggalin om. semoga om, dan keluarga sehat ya. wasalam.
Ok, saya sendiri gak tau banyak soal diri saya, dan saya juga gak peduli juga, yang pasti hari ini saya kena serangan panik itu lagi. Dan untuk nenangin saya, seperti biasa mama saya cerita hal-hal yang biasanya menyenangkan sampai hal yang menenangkan. Dan kali ini ceritanya agak beda, tiba-tiba mama cerita sedikit soal kehidupan dia di Bengkulu dengan mantan pacarnya. Inti ceritanya adalah "sempurna itu cuman dimata, masih ada pemilik hati dan pengatur jodoh... Dia yang paling tahu siapa yang terbaik untuk hidup kita"
Well, dari cerita si mama, mantan si mama ini nampak sempurna. Kerja di Pertamina, sudah punya rumah sendiri dan secara fisik pun tinggi besar dan ganteng. And i would say "Wowwww, Mom, how could you?". Sejenak cerita si Mama merelexkan otak saya yang sedang mendapat serangan Histeria.
Dan entah kenapa, cerita itu menimbulkan ironi tersendiri bagi saya. Mama yang menjalani masa mudanya tinggal di tengah hutan pedalaman Bengkulu (okay saya belum pernah ke Bengkulu dan semua daerah atau tempat yang saya belum pernah tau di Indonesia ini selalu tergambar seperti hutan tropis) bahkan punya kisah cinta yang lebih manis daripada saya yang merupakan warga suburban kota dan bekerja di tengah kota metropolitan. I'm lack of love story but have to admit that love is so unpredictable, love is something that you can not prepare, can not predict. Dan lebih lagi, jodoh diluar kemampuan manusia, karena jatuh cinta diluar kemampuan logika dan mata.
"Julia, she is smart, pretty, lovely, but she is not Rachel" Ross elaborate how strong love feeling can drive human logic.
ps:
buat om Yudi yang dulu pernah kenal sama Linda yang kerja di Telkom Bengkulu tahun 1986, Halo saya Gita anaknya. Saya gak tau detail kehidupan kalian dulu seperti apa, yang pasti kalau om punya anak yang juga udah kerja di Pertamina, badannya tinggi, dan se ganteng om, dan kelahiran 1988 atau 1989, boleh lho om kenalin ke saya. Mana tau saya bisa hubungan kalian bisa kami yang melanjutkannya. ehehe. Semua ini saya lakuin sebagai bentuk permohonan maaf dari mama saya yang ninggalin om. semoga om, dan keluarga sehat ya. wasalam.
Langganan:
Postingan (Atom)

